Menarik dan Edukatif! Mahasiswa KKN Undip Gelar Gebyar Kesehatan Reproduksi di MI Salafiyah 19 Kebulen, Pekalongan Barat



Pekalongan, 22 Januari 2025
– Sebagai bagian dari program UNICEF yaitu “Community Empowerment: Optimalisasi Vaksinasi HPV pada Anak Sekolah di Kota Pekalongan,” tim KKN Tematik Undip berkesempatan berbagi ilmu kepada anak-anak sekolah dasar di Kelurahan Sapuro Kebulen, khususnya pada siswa kelas 4, 5, dan 6 sebagai target sasarannya. Masih menjadi rangkaian dari program Unicef tersebut, tim KKN Tematik Undip mengangkat tema “Penguatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi pada Anak Usia Sekolah” yang disosialisasikan di tiga sekolah dasar, yaitu SD Sapuro 5, SD Kebulen, dan puncaknya adalah Gebyar Kesehatan Reproduksi di MI Salafiyah 19 Kebulen.
 
Di awal kegiatan, tim KKN Tematik Undip sempat khawatir akan minat anak-anak terhadap materi ini, namun saat dikemas dengan pendekatan interaktif dan game-based learning, anak-anak justru sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang dibuat. Program sosialiasi dirancang sangat menyenangkan melalui permainan edukatif, diskusi seru, serta terdapat juga simulasi yang meningkatkan antusiasme seluruh anak-anak.
 
Gebyar Kesehatan Reproduksi diadakan di MI Salafiyah 19 Kebulen selama dua hari. Hari kedua ditutup dengan permainan-permainan edukatif mengenai materi yang sudah disampaikan di hari sebelumnya. “Seru banget, kak! Aku suka karena tadi belajarnya jadi mudah lewat permainannya!” ungkap salah satu siswa MI Salafiyah 19 Kebulen dengan penuh semangat.
 
Lebih daripada itu, tim KKN Tematik Undip juga mendapatkan respons yang sangat positif dari para guru. Seluruh tenaga pendidik di 3 sekolah dasar tersebut mengapresiasi upaya kami dalam mengemas materi edukasi dengan cara yang menyenangkan dan menarik. Mereka juga berharap agar kedepannya dapat diadakan kegiatan yang serupa agar penerimaan materi kesehatan reproduksi menjadi semakin meningkat.
 
Kesuksesan program ini membuktikan bahwa sebenarnya anak-anak sekolah dasar di Keluarah Sapuro Kebulen sangat terbuka dengan materi dan pemahaman baru, khususnya mengenai pendidikan kesehatan reproduksi. Harapannya kegiatan yang sudah dilakukan ini dapat menjadi awal baru dari gerakan edukasi yang berkelanjutan, sehingga makin banyak anak-anak yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan menghargai area pribadi orang lain.