Atasi Anak Putus Sekolah, Kelurahan Adakan Sosialisasi ATS Tahun 2024



Bertempat di Aula Kelurahan Sapuro Kebulen, Selasa, 8 Oktober 2024, Kelurahan Sapuro Kebulen mengadakan kegiatan Sosialisasi Anak Tidak sekolah (ATS). Anak Tidak Sekolah (ATS) dikategorikan sebagai anak usia 6 s.d. 21 tahun yang tidak bersekolah karena alasan ekonomi, sosial, kesehatan. Selain itu, mereka yang pernah sekolah dan berhenti di tengah proses belajarnya (putus sekolah) karena berbagai alasan seperti kesulitan ekonomi, dan sosial. Anak Tidak Sekolah itu ada 3 kategori yakni pertama usia sekolah tapi tidak sekolah, biasanya adalah Anak Difabel atau Anak Berkebutuhan Khusus, Kedua anak putus sekolah yakni anak yang sekolah di lembaga formal atau non formal lalu meninggalkan sekolah dengan alasan beragam, ketiga adalah anak lulus tidak lanjut yakni mereka yang lulus SD/MI tapi tidak melanjutkan ke sekolah, lulus SMP/MTs lalu tidak melanjutkan ke SMA/MA/SMK. Di Kelurahan Sapuro Kebulen sendiri per tahun 2024 ada sekitar 74 anak putus sekolah dengan berbagai macam tingkat pendidikan dari Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah. Sebagai tindak lanjut pengentasan ATS tersebut, perlu adanya kolaborasi berbagai pihak dari OPD yang menangani pendidikan, sosial, kesehatan, kelurahan, masyarakat dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah dari keluarga ATS itu sendiri. Dalam kegiatan tersebut yang bertindak sebagai narasumber adalah dari Dina Pendidikan yang diwakili oleh Penilik Sekolah, dari PKBM Kota Pekalongan dan juga dari lembaga sekolah non formal yang ada di Kelurahan Sapuro Kebulen. Sebagai peserta dalam kegiatan tersebut adalah perwakilan orang tua ATS, tokoh-tokoh masyarakat serta pihak-pihak yang terkait dengan pengentas ATS di Kelurahan Sapuro Kebulen. (AWS).